Sunday, January 31, 2016

Mengenal Bagian Daun, Bentuk Daun, Ujung Daun, Dan Tulang Daun

Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting.Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup.Untuk itu mahasiswa diharapkan bisa meneliti morfologi dari pada berbagai jenis tumbuhan.
Daun merupakan bagian tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berbentuk tipis dan berwarna hijau.Warna hijau tersebut disebabkan adanya klorofil pada daun. Namun, ada juga daun yang berwarna kuning, merah, dan ungu.\Bagian-bagian daun yang utama adalah:
  1. Pelepah/upih daun (vagina);
  2. Tangkai daun (petioles);
  3. Helaian daun (lamina).
Daun yang memiliki ketiga bagian utama di atas disebut daun lengkap (folium completes), contohnya daun pisang dan daun bambu. Pada sebagian besar tumbuhan hanya terdiri dari 1 atau 2 bagian saja, daun seperti ini disebut daun tidak lengkap.Yang termasuk daun yang tidak lengkap adalah:
  1. Daun bertangkai, adalah daun yang hanya mempunyai tangkai dan helaian daun, contohnya daun mangga.
  2. Daun duduk, adalah daun yang hanya terdiri dari helaian daun saja.
  3. Daun berupih, adalah daun yang hanya mempunyai upih daun dan helaian daun. Contohnya daun rumput-rumputan, daun padi, dan daun jagung.
  4. Daun yang terdiri dari tangkai saja, biasanya daun yang seperti ini melebar menyerupai helaian dain dan disebut phyllodia. Contohnya daun Oxalis bupleurifolis.
Berdasarkan jumlah tangkai anak daun dalam satu tangkai, daun dibedakan menjadi:
  1. Daun tunggal: hanya memiliki satu helai daun disetiap tangkainya. Bagian dari batang yang menjadi tempat duduknya daun disebut nodus, dan sudut atas antara daun dan batang disebut ketiak daun.
  2. Daun majemuk: memiliki beberapa helai daun di setiap tangkainya. Yaitu jika pada tumbuhan tersebut, tangkainya terlihat bercabang-cabang, dan baru pada cabang tangkai ini terdapat helaian daunnya.
Morfologi daun dibedakan berdasarkan:
  1. Bentuk daun
Bentuk daun dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:
  1. Bentuk bulat atau bundar. Contohnya teratai besar.
  2. Bentuk perisai. Contohnya daun jarak.
  3. Bentuk jorong. Contohnya daun nangka dan nyamplungan.
  4. Bentuk memanjang. Contohnya daun srikaya dan sirsak.
  5. Bentuk lanset. Contohnya daun kamboja.
  6. Bentuk tepi daun
Bentuk tepi daun dapat dibedakan menjadi:
  1. Rata;
  2. Bergerigi (serratus);
  3. Bergerigi ganda/rangkap (biserratus);
  4. Bergigi (dentalus);
  5. Beringgit (crenatus);
  6. Berombak (repandus).
  7. Bentuk permukaan daun
Bentuk permukaan daun bermacam-macam, antara lain:
  1. Tanpa rambut, licin;
  2. Berbulu pendek, lembut;
  3. Keriput;
  4. Berambut seperti wol, ikal.
Susunan tulang daun antara lain:
  1. Menyirip
Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan, tersusun rapi mulai dari tangkai daun hingga ujung dari helai daun.Contoh tumbuhan yang memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulang daun jambu, mangga, dan rambutan.
  1. Melengkung
Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis – garis melengkung.Tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Misalnya, tulang daun siri, gadung, dan genjer
  1. Menjari
Tanaman ini mempunyai satu tulang daun yang besar dan bentuknya seperti jari-jari tangan manusia.Misalnya tulang daun pepaya, jarak, singkong, dan kapas.
  1. Sejajar
Tulang daun sejajar berbentuk seperti garis-garis sejajar, mulai dari pangkal daun hingga ujung daun.Tiap-tiap ujung tulang daun menyatu. Biasanya bentuk daunnya panjang-panjang.Misalnya, tulang daun tebu, padi, jagung, alang-alang, dan semua jenis rumput-rumputan.
Bentuk-bentuk Ujung Daun (Apex Folli)
  1. runcing(acutus), jika kedua tepi daun di kanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit sedikit menuju keatas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu sudut lancip (lebih kecil dari 90 derajat). Ujung daun yang runcing lazim kita dapati pada daun-daun bangun: bulat memanjang, lanset, segitiga, delta, belah ketupat, dll. Contohnya ujung daun oleander (Nerium oleander L).
  2. Meruncing (acuminatus), seperti pada ujung yang runcing, tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya lebih tinggi dari dugaan, hingga ujung daun nampak sempit panjang dan runcing, misalnya ujung daun sirsak (Annona muricata L).
  3. Tumpul (obtusus), tepi daun yang semula masih agak jauh dari ibu tulang, cepat menju kesuatu titik pertemuan, hingga terbentuk sudut yang tumpul, sering dijumpai pada daun bangun bulat telur terbalik atau bangun sudip, misalnya ujung daun sawo kecik (Manilkara kauki Dub).
  4. Membulat (rotundatus), seperti pada ujung yang tumpul, tetapi tidak terbentuk sudut sama saekali, hingga uung daun merupakan semacam suatu busur, terdapat pada daun yang bulat atau jorong, atau pada daun bangun ginjal, misalnya ujung daun teratai besar (Nelumbium nelumbo Duce).
  5. Rompang (truncatus), ujung daun tampak sebagai garis yang rata, misalnya ujung anak daun semanggi (Marsilea crenata Presl.), daun jambu monyet (Anacardium occidentale L.).
  6. Terbelah (retusus), ujung daun justru memperlihatkan suatu lekukan, kadang-kadang amat jelas, misalnya ujung daun sidaguri (Sida retusa L.), kadang-kadang terbelahnya ujung hanya akan kelihatan jelas jika diadakan pemeriksaan yang teliti, seperti misalnya ujung daun bayam (Amaranthus hybridus L.).
  7. Berduri (mucronatus), yaitu jika ujung daun ditutup dengan suatu bagian yang runcing keras, merupakan suatu duri, misalnya ujung daun nanas sebrang (Agave sp).
Bentuk-bentuk Pangkal Daun (Basis Folli)
  1. Yang tepi daunnya di bagian itu tidak pernah bertemu, tetapi terpisah oleh pangkal ibu tulang/ujung tangkai daun. Dalam keadaan seperti pangkal daun dapat :
  • Runcing (acutus), biasanya terdapat pada daun bangun memanjang, lanset, belah ketupat, dll.
  • Meruncing (acuminatus), biasanya pada bangun bulat telur sungsang atau bangun daun sudip.
  • Tumpul (obtusus), pada daun-daun bangun bulat, jorong, dan bulat telur.
  • Rompang atau rata (truncatus), pada daun-daun bangun segitiga, delta, tombak.
  • Berlekuk (emarginatus), pada daun-daun bangun jantung, ginjal, anak panah.
  1. Yang tepi daunnya dapat bertemu dan dapat berlekatan satu sama lain :
  • Pertemuan tepi daun pada pangkal terjadi pada sisi yang sama terhadap batang sesuai dengan letak daun pada batang, seperti pada daun-daun bangun perisai.
  • Pertemuan tepi daun terjadi pada sisi seberang batang yang berlawanan atau berhadapanndengan letak daunnya. Contohnya pada daun bangun membulat.

1 comment:

Rian Weri Anugerah said...

Assalamualaikum. Hii. Saya Rian pemilik blog ini. Blog ini sudah tidak aktif lagi. Untuk kalian yang ingin blog terupdate dari saya, silahkan kunjungi link berikut.


https://thingsyouandineed.blogspot.com/

Terima Kasih.